NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mencegah berbagai tindak kejahatan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Dikutip dari keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis, Kapolri dalam pertemuan bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Rabu (28/10), mengatakan bahwa Polri dan Muhammadiyah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Salah satu fokus kolaborasi adalah memperkuat edukasi dan literasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, judi daring, penipuan, kejahatan jalanan, aksi geng, hingga balap liar.
Melalui sinergi yang diperkuat, edukasi akan diperluas melalui tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, dan berbagai lingkungan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
"Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren," katanya.
Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri akan memperkuat kegiatan kemasyarakatan melalui shalat subuh berjemaah, Shalat Subuh Keliling, Shalat Jumat Keliling, program Minggu Kasih, serta kegiatan di tempat ibadah agama lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, membangun toleransi antarumat beragama, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas dari lingkungan terkecil.
Di sisi lain, Kapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah yang selama ini turut bersinergi dengan Polri dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan, termasuk hingga tingkat daerah.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang kuat karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memiliki kepentingan dalam menjaga ketertiban serta kehidupan kebangsaan.
Haedar menjelaskan, dalam pembicaraan bersama Kapolri dan jajaran turut dibahas persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti narkoba, judi daring, perjudian, dan praktik pinjaman yang merugikan warga.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga perlu disertai penguatan daya tahan masyarakat agar tidak mudah terjerumus.
"Kami tadi bersepakat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat agar tidak terjebak pada narkoba, pada judi online, maupun perjudian lain, bahkan lintah darat dan hal-hal lain yang merugikan hidup masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Haedar juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dalam kehidupan demokrasi.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun, kebebasan tersebut diharapkan tetap disertai tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa dan menghindari konflik maupun kerusakan.
"Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita dialogkan bersama, diskusikan bersama, dan cari solusi bersama," katanya.