Atas dasar itu, Aep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di kawasan objek vital nasional. Menurutnya, stabilitas keamanan, dan kenyamanan menjadi kunci agar arus investasi ke Karawang terus meningkat di masa depan.
"Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh tokoh elemen masyarakat khususnya pada kawasan objek vital agar senantiasa menjaga kondusivitas wilayah. Dampak ekonomi dari investasi ini sepanjang semester I 2026, dari aliran modal sebesar Rp20,43 triliun tersebut juga diperkirakan berhasil menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja baru di Karawang," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Penanaman Terpadu Satu Pintu (DPMPTPSP) Kabupaten Karawang Iwan Ridwan merinci, investasi pada semester I 2026 yang masuk terdiri dari Rp15.957.442.033.511 Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp4.475.970.242.512, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).