NADIKABAR.COM — Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 9.204 relawan terserap dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 235 dapur SPPG yang beroperasi.

Kepala Regional (Kareg) SPPG Kepri Anindita Ayu mengatakan data tersebut merupakan kondisi per Juni 2026, dimana setelah periode tersebut belum terdapat penambahan dapur SPPG di Kepri.

“Hingga kini ada 9.204 relawan yang bekerja di 235 dapur operasional di seluruh tujuh kabupaten/kota di Kepri,” kata Anindita saat dihubungi di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan relawan yang terserap dalam program tersebut mengisi berbagai posisi untuk mendukung operasional dapur, mulai dari petugas lapangan hingga tenaga kebersihan dan keamanan.

“Rinciannya ada 323 petugas lapangan, 227 kepala juru masak, 1.226 juru masak, 1.497 tenaga persiapan, 2.144 tenaga pemorsian, 873 pengemudi, 2.313 tenaga pencuci ompreng, 299 tenaga kebersihan dan 302 tenaga keamanan,” kata Anindita.

Sebaran 235 dapur SPPG tersebut meliputi Batam sebanyak 141 dapur, Tanjungpinang 24 dapur, Anambas tiga dapur, Lingga tujuh dapur, Natuna 12 dapur, Karimun 29 dapur dan Bintan 19 dapur.

Anindita mengatakan jumlah relawan yang dibutuhkan setiap dapur bervariasi, disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Berdasarkan petunjuk teknis, dapur yang melayani 2.001 hingga 3.000 penerima manfaat membutuhkan 47 relawan.

Sementara dapur dengan 1.501-2.000 penerima manfaat membutuhkan 40 relawan, 1.251-1.500 penerima manfaat membutuhkan 35 relawan, dan kurang dari 1.250 penerima manfaat membutuhkan 30 relawan.

Selain itu, lanjut dia, setiap dapur juga memiliki kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan.

“Untuk kompensasi, petunjuk teknis program mencantumkan besaran honor relawan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Para relawan juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Anindita menjelaskan mekanisme perekrutan dilakukan secara mandiri oleh yayasan pengelola masing-masing dapur SPPG.

“Untuk kontrak kerja relawan biasanya dibuat dengan yayasan dan untuk proses perekrutan relawan juga dilakukan secara mandiri oleh yayasan,” kata Anindita Ayu.