Masyarakat yang melihat titik api atau menemukan kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran diminta segera melapor kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

Hingga Kamis pagi, penanganan karhutla masih berlangsung. Petugas mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat sembari berupaya mengendalikan titik api agar tidak menyebar lebih jauh.

Penanganan karhutla di kawasan wisata Gunung Bromo kini menghadapi tantangan baru. Longsor terjadi di sekitar titik api di lereng timur Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Tanah longsor membuat medan menuju sumber api semakin sulit dijangkau. Petugas harus ekstra berhati-hati karena kondisi tanah di sekitar lereng tidak stabil dan kontur kawasan cukup curam.

Di saat yang sama, api masih bergerak di tim redaksi vegetasi kering. Asap tebal mengepung kawasan Cemoro Lawang sejak pagi dan terlihat membubung dari sekitar lereng Jembatan Kaca hingga kawasan permukiman wisata.

Karyawan Jembatan Kaca Bromo, Hoyrudin Anang (47) mengatakan, api pertama kali terlihat pada Rabu (26/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, kobaran api masih berada di bagian bawah lereng.

"Api sudah terlihat menyala sekitar jam 21.00 WIB malam," kata Anang.

Api kemudian merambat naik menuju area Homestay Tengger Indah. Dari lereng tersebut, kobaran juga bergerak ke arah Jembatan Kaca dan menyusuri tebing menuju kawasan Apsara Bromo Cafe & Villa.