Menurutnya, tim satuan tugas (satgas) karhutla telah bersiaga sejak kobaran api masih kecil. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala embusan angin kencang yang membuat petugas kesulitan mendekati titik kebakaran.
"Dari mulai api itu masih kecil, kita sudah mau masuk ke dalam. Hanya memang anginnya terlalu kencang, jadi kita berhadapan dengan angin," ujarnya.
Petugas kemudian bergerak lebih intensif setelah embusan angin mereda dan berubah arah.
Langkah tersebut dilakukan karena api telah menjalar mendekati dinding bangunan kantor, sementara asap mulai masuk ke dalam ruangan.