Berdasarkan hasil pantauan sementara, area yang paling parah terdampak kebakaran didominasi oleh ekosistem alang-alang dan semak belukar. Sementara untuk sebagian besar pohon-pohon berukuran besar yang turut terdampak kebakaran masih mampu bertahan. Kendati demikian, pihak UPT Tahura Raden Soerjo masih akan terus memantau ketat kesehatan pohon yang selamat dari kobaran api.

Karhutla di kawasan Tahura Raden Soerjo ini sempat melanda empat wilayah administratif sekaligus, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Mojokerto hingga Kota Batu. Luasan jangkauan api membuat pemadaman darat yang dilakukan tim gabungan harus berjalan ekstra keras.

Meski sempat menyebar luas, karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang telah tertangani. Situasi pada Minggu 25 Oktober 2026 terpantau dari sistem pemantauan dan peringatan dini karhutla (SiPongi) yang dikelola Kementerian Kehutanan, sudah tidak menunjukkan adanya titik hotspot.