"Kendala kita di lapangan sulitnya sumber air hanya bergantung kepada embung yang dibuat perusahaan. Untuk angin sangat kencang, sehingga api cukup cepat merambat," ujar Pandi.

Selain itu, akses titik api sulit dijangkau petugas, hanya mengandalkan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Dia bilang para petugas harus melansir satu per satu alat pemadaman menuju lokasi dengan berjalan kaki.

"Akses jalan di sini gambut hanya bisa kendaraan roda dua dan berjalan kaki untuk menuju titik api," katanya.

Sementara itu, di Desa Labuhan Pering, api masih aktif merambat berpotensi meluas.

Atas dasar itu, Danru 3 Manggala Agni Daops Bukit, Ebit Saputra, mengatakan para petugas melakukan penyekatan api di lokasi.