Bertambahnya hotspot karhutla di Kalimantan Tengah membuat ancaman terhadap habitat orang utan makin besar. Handi menyebut petugas telah menemukan sejumlah satwa yang terdampak langsung akibat kebakaran, di antaranya ular dan trenggiling.
"Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada hilangnya vegetasi. Ketika kawasan hutan terbakar, satwa kehilangan tempat berlindung, sumber makanan, hingga jalur untuk berpindah ke kawasan yang lebih aman," katanya.
Sedangkat terkait orang utan, BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan satwa tersebut keluar dari habitatnya. Handi meminta masyarakat segera melaporkan temuan orang utan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan tepat.
"Kita berharap apabila menemukan orang utan segera melaporkan kepada kami dan langsung akan kami evakuasi ke tempat yang lebih aman," jelasnya.
Bagi orang utan, hutan yang terbakar berarti hilangnya rumah. Ketika api memaksa mereka keluar, keselamatan satwa dilindungi tersebut sangat bergantung pada kecepatan petugas dan kepedulian masyarakat untuk melaporkan setiap kemunculan satwa di luar habitatnya.
Artikel ini telah naik di detikKalimantan.