Dekananto turut menginstruksikan jajarannya untuk memetakan lokasi kebakaran secara akurat dan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya.

Menurut dia, penurunan jumlah titik api tidak boleh membuat petugas mengendurkan kesiapsiagaan. Potensi kebakaran baru masih perlu diantisipasi selama musim kemarau.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau," tutur Dekananto.

Di sisi lain, Dekananto mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan personel selama bertugas. Para komandan lapangan diminta memastikan kesiapan anggota serta memeriksa seluruh perlengkapan keselamatan sebelum memasuki area kebakaran.