"Yang penting harus pakai masker supaya partikel-partikel PM2.5-nya yang bahaya bisa tersedot, itu bisa tersaring," imbuhnya.
Tidak hanya masker, Kemenkes juga mengirimkan oksigen konsentrator ke wilayah terdampak asap karhutla. Bantuan oksigen terutama diperuntukkan bagi kelompok yang sudah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Menkes juga mengingatkan pentingnya bagi anak-anak untuk mendapatkan perlindungan dari paparan asap. Terkait sekolah harus diliburkan atau tidak, Menkes menyerahkan keputusan kepada pihak yang berwenang.
"Jadi anaknya juga harus pakai masker. Itu pencegahan yang lebih baik. Kalau sekolah nggak sekolah itu bukan wewenang saya," tutur Budi.
Meski siswa belajar di rumah akibat asap karhutla, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ada yang tetap berjalan. Salah satunya di Kota Pekanbaru.
"Untuk MBG tetap diberikan kepada anak-anak. Pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali untuk mengambilnya ke sekolah. Jadi anak-anak tetap berada di rumah dan MBG tetap bisa mereka konsumsi," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, dikutip dari Pekanbaru.go.id.