"Kalau terkena infeksi virus seperti influenza ataupun masuk partikel debu, kalau terjadi peradangan, tersumbat oleh dahak, lebih mudah sesak dibanding yang saluran napasnya diameternya lebih besar, yaitu pada usia dewasa," tuturnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Ada berbagai gejala ISPA yang perlu diwaspadai masyarakat. Pada fenomena umum, gejala ISPA meliputi batuk dan pilek yang menyerang hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan.

Jika sudah berkembang dalam kondisi infeksi, gejala biasanya dapat disertai demam. Pada tahap awal, batuk yang terjadi umumnya kering. Jika, dahak timbul dengan warna kekuningan, artinya terjadi infeksi bakteri di dalam tubuh.

"Kalau untuk ISPA ringan yang disebabkan paparan debu dan asap sesaat, umumnya kondisi dapat membaik dalam 3-5 hari," jelasnya.

Ketika sudah mengalami tanda-tanda gejala ISPA yang tak kunjung membaik, Ika menyarankan masyarakat untuk memeriksakan diri. Tanda-tanda ini tim redaksi lain demam yang tidak turun, dahak semakin banyak dan berwarna kekuningan, dan sesak napas yang memburuk.

Anak-anak lebih rentan terjangkit ISPA dibandingkan dengan orang dewasa. Ada tanda khusus bagi anak-anak, yakni gejala suara mengi atau 'ngik-ngik' saat bernapas.

"Pemeriksaan dapat dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau layanan kesehatan primer. Patokannya bukan ISPA dari infeksi virus atau bakteri itu mana yang paling berat, tetapi pada gejalanya," ujarnya.