βKarena sedimen ini kalau tidak ditangani, hujan lebat sedikit, banjir lagi,β ujar dia.
Tito mengungkapkan penanganan pascabencana Sumatra membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bencana alam di wilayah tersebut berdampak luas.
Tantangan bertambah dengan adanya bencana susulan, seperti banjir yang turut merusak infrastruktur yang telah diperbaiki.
βTapi itu tantangannya kita, kita enggak akan berhenti untuk menangani dalam rangka untuk menyelamatkan rakyat,β jelasnya.
Sementara itu, Apri Artoto memaparkan progres rehab-rekon infrastruktur selama 2026. Penanganan tersebut meliputi irigasi, sungai, jembatan nasional, dan ruas jalan nasional.