Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan, hingga 22 September 2026 sebanyak 4.922 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan pembelajaran. Dari jumlah itu, 4.821 sekolah diantaranya telah kembali belajar di gedung asal.

Sementara 99 sekolah masih menggunakan ruang kelas darurat sambil menunggu pembangunan ruang kelas permanen atau proses relokasi. Kemudian ada dua sekolah yang masih menumpang di bangunan lain.

"Dari 99 sekolah yang belajar di ruang kelas darurat, terdapat dua sekolah yang masih memanfaatkan tenda belajar yang ada untuk menambah kekurangan jumlah kelas darurat yang sudah disiapkan," ujarnya.

Mu'ti menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali fasilitas sekolah, tetapi juga memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi. Pemerintah mengalokasikan total dukungan anggaran pemulihan pendidikan di tiga provinsi hingga saat ini sekitar Rp5,6 triliun.

"Anggaran tersebut digunakan untuk revitalisasi satuan pendidikan, penyediaan sarana dan peralatan sekolah, ruang kelas darurat, dukungan psikososial dan kesiapsiagaan bencana, serta bantuan bagi peserta didik dan tenaga kependidikan terdampak," tutupnya.