Melalui situs tersebut, pengguna ditawarkan melakukan pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan berbagai pilihan warna dan kapasitas penyimpanan. Beberapa pilihan warna yang ditawarkan bahkan disebut berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh Apple saat peluncuran.

Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pembeli tidak membayar lunas di awal serta menjanjikan pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.

Dalam proses pemesanan, pengguna diminta memberikan sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp.

Data tersebut, menurut Kaspersky, berpotensi disalahgunakan untuk melakukan rekayasa sosial. Korban kemudian juga diminta memasukkan informasi kartu bank, sehingga penipu berpotensi memperoleh data pembayaran dan mengakses dana korban.Dia mengingatkan pengguna untuk berhati-hati dalam memilih tempat berbelanja dan melakukan pembelian melalui pengecer resmi serta terpercaya.