Setelah kata sandi dimasukkan, muncul notifikasi yang menyatakan bahwa aplikasi tersebut rusak dan menyarankan pengguna untuk memindahkannya ke tempat sampah. Ini merupakan sebuah teknik yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian pengguna.

Selanjutnya, malware pencuri itu mengumpulkan data dari peramban web, termasuk riwayat penelusuran, cookie, kredensial yang tersimpan, data dari aplikasi dompet kripto, data dari aplikasi pesan Telegram, informasi login dan kata sandi perangkat, serta berkas Keychain.

Malware ini juga mengumpulkan daftar aplikasi yang terinstal, data model dan perangkat keras perangkat, konfigurasi SSH dan ZSH, serta data lainnya.

Komponen lainnya, yakni backdoor, menyamar sebagai aplikasi Finder yang sah dan memberikan akses kepada penyerang terhadap data pengguna.

Secara khusus, melalui backdoor tersebut, penyerang dapat menyebarkan add-on yang telah dimodifikasi ke peramban web pengguna dari jarak jauh, yang kemungkinan digunakan untuk mengganti ekstensi dompet kripto dengan ekstensi berbahaya.