NADIKABAR.COM — CATATAN: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh atau fisik. Jika gejala depresi semakin parah, segeralah menghubungi dan berdiskusi dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangai klinik kesehatan jiwa. Layanan konsultasi kesehatan jiwa juga disediakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) di laman resminya yaitu www.pdskji.org. Melalui laman organisasi profesi tersebut disediakan pemeriksaan secara mandiri untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang.

Kasus bunuh diri di Indonesia menjadi perhatian seiring munculnya tren perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) pada usia yang semakin muda. Data layanan konsultasi kesehatan jiwa bahkan menunjukkan anak usia sekolah dasar sudah mulai mengakses layanan untuk mencari pertolongan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI Imran Pambudi mengatakan data kasus bunuh diri yang dihimpun dari kepolisian masih perlu diklarifikasi. Sebab, terdapat perbedaan angka dalam proses rekapitulasi.

"Jadi data kasus bunuh diri ini kan kita ngambil dari polisi. Jadi kemarin kami coba rekap ternyata masih ada selisih. Jadi saya harus klarifikasi lagi ke kepolisian apakah angka ini benar," beber Imran, Rabu (9/8/2026).

Meski begitu, menurutnya, kasus bunuh diri yang tercatat banyak terjadi pada kelompok usia muda. Sementara itu, secara global, prevalensi bunuh diri justru lebih tinggi pada kelompok lansia.

Imran menyebut sejumlah faktor dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap masalah kesehatan jiwa. Salah satunya adalah loneliness atau kesepian.

"Loneliness itu juga kills. Dan ini sekarang jadi kalau saya bilang wabah, karena banyak sekali orang-orang yang merasa sendirian, terasing," tuturnya.

Psikolog klinis Annelia sari Sani menambahkan, layanan kesehatan mental gratis Healing 119.id kini mulai diakses anak-anak dengan usia yang sangat muda.

"Yang mengakses Healing 119 itu mulai dari umur 8-10 tahun," katanya.

Salah satu keluhan yang banyak ditemukan adalah rasa kesepian. Bahkan, puncak keluhan terkait kesepian disebut terjadi pada anak usia 12-14 tahun atau masa remaja awal.