Meski begitu, lanjut Andi, peningkatan kasus ISPA tidak hanya terjadi di wilayah yang memiliki indeks standar pencemar udara (ISPU) tinggi atau menjadi lokasi karhutla.
"Terjadi bukan hanya pada tujuh provinsi atau kabupaten tertentu yang punya indeks ISPU yang tinggi, tetapi sebenarnya ini mencakup juga seluruh provinsi di Kalimantan," ujarnya.
Salah satu wilayah yang mengalami peningkatan kasus adalah Kalimantan Utara. Padahal, menurut Andi, karhutla di wilayah tersebut nyaris belum terjadi.
"Kebakaran hutan dan lahan di sana itu nyaris belum ada, tapi peningkatan kasus ISPA kalau kita lihat data surveilans itu meningkat," katanya.