NADIKABAR.COM — Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang menjerat Manchester City memasuki babak baru setelah laporan pada September 2026 menyebut klub tersebut dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan Premier League. Namun, proses hukum belum sepenuhnya selesai karena Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding dan sanksi terhadap klub belum ditetapkan.

Kasus ini bermula dari dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang berlangsung dalam periode panjang. Manchester City membantah seluruh tuduhan tersebut dan sejak awal menyatakan memiliki bukti yang mendukung posisi klub.

Pada 6 Februari 2023, Premier League secara resmi merujuk Manchester City ke komisi independen terkait sejumlah dugaan pelanggaran aturan kompetisi. Tuduhan tersebut mencakup periode musim 2009/2010 hingga 2017/2018 untuk persoalan informasi keuangan serta beberapa periode berikutnya terkait kerja sama dengan penyelidikan Premier League.

Secara keseluruhan, kasus tersebut kemudian dikenal luas sebagai kasus 115 dakwaan. Tuduhan yang diajukan mencakup dugaan kegagalan memberikan informasi keuangan yang akurat, persoalan pembayaran kepada pemain dan manajer, kepatuhan terhadap aturan UEFA, aturan Profitability and Sustainability Rules atau PSR, serta dugaan kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.

Kasus tersebut berawal dari investigasi terhadap aktivitas finansial klub selama beberapa tahun. Premier League kemudian membawa perkara tersebut ke komisi independen yang prosesnya dilakukan secara tertutup.

Sidang kasus Manchester City dimulai pada 16 September 2024 dan berakhir pada 6 Desember 2024. Perkara tersebut diperiksa oleh komisi independen yang terdiri atas tiga anggota.

Lamanya proses pemeriksaan tidak terlepas dari banyaknya dakwaan dan dokumen yang harus diperiksa. Kasus tersebut bahkan menjadi salah satu proses hukum finansial paling kompleks yang pernah dihadapi sebuah klub dalam sejarah sepak bola Inggris.

Setelah sidang berakhir, keputusan tidak langsung diumumkan. Proses penyusunan putusan membutuhkan waktu hingga akhirnya laporan mengenai hasil perkara mulai muncul pada September 2026.