NADIKABAR.COM — Jenazah anak buah kapal (ABK) yang membawa rombongan jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau telah ditemukan di Bengkulu. Lalu, bagaimana nasib pencarian rombongan yang belum ditemukan?
Basarnas telah menghentikan pencarian rombongan jurnalis usai sebelumnya melakukan operasi selama 10 hari. Sejauh ini, Basarnas menyatakan belum ada tanda-tanda operasi pencarian dibuka kembali usai penemuan jasad ABK tersebut.
"Masalah pencarian ulang atau tidak, seperti yang kami sampaikan tadi, Pak. Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Selama 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jelajah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 kita evaluasi, kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari, itu tidak ada tanda-tanda korban, makanya kita lakukan dengan tindak lanjut e-broadcast dan pemantauan," kata Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Amrad menyebut saat ini Basarnas Banten berkoordinasi dengan Basarnas Bengkulu dan Lampung untuk mencari informasi di area pesisir. Tindakan itu dilakukan usai operasi pencarian Tim SAR gabungan dihentikan pada 17 September 2026.