Lille, yang kalah di laga itu, dinilai Verdonk keteteran sepanjang laga. Lille kebobolan sejak menit kedua, sebelum memaksakan skor 2-2 saat jeda. Namun di babak kedua, Galatasaray bisa bikin dua gol lagi, di antaranya lewat Osimhen.
"Ya, menurut saya itu bermula dari tendangan sudut. Pertahanan kami kurang solid dan mereka langsung mencetak gol pada menit ke-2 atau ke-3 pertandingan. Awal babak kedua juga cukup sulit," terangnya.
Hasil ini membuat Lille menjadi satu dari tiga tim yang sama sekali belum meraih poin dari 3 laga. Pasukan Davide Ancelotti terjerembab di peringkat 35 di klasemen Liga Champions, hanya lebih baik dari Slovan Bratislava yang jadi juru kunci.