"Di game kedua poin kami kejar-kejaran, saya sempat unggul namun fokus saya sempat turun hingga tersusul dan kalah. Di game ketiga saya kembali menjaga fokus untuk akhirnya ambil kemenangan. Saya sudah menyangka akan bermain rubber game karena setiap bertemu Joe, kami pasti rubber game," ucap Radithya seperti dikutip dari rilis PBSI.
Setelah jadi juara dunia junior 2026, Radit sadar bahwa perjalanannya masih panjang. Ia pun berjanji akan terus berusaha keras dan banyak belajar.
"Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi, cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya. Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia."