"Suami sekarang mah pengin dua. Gue bilang gini, 'Ya iyalah lo pengin dua, orang lo kagak ngerasain sakitnya. Cuma bayar, gue juga bisa bayar. Gimana kalau tukeran aja? Lo aja yang hamil, gue yang bayar, gue aja yang kerja, gak apa-apa. Mendingan gua kerja'," tutur Patricia.

Menurut Patricia, kehamilan memberikan banyak perubahan pada tubuh dan energinya. Tak hanya itu, ia juga merasakan dampaknya terhadap pekerjaan yang sedang dijalani.

"Kalau misalnya Tuhan tanya, 'Pat, kamu pilih jadi istri apa jadi suami?' Pilih jadi suami. Ya dong, Nek. Gak ngerasain sakit, cuma tahu semua selesai lo bayar doang. Hello? Ini badan berubah, ininya juga berubah, semuanya berubah, ya kan. Energi berubah," katanya.

"Di saat gua lagi peak-peak-nya pekerjaan jadi turun karena gue hamil, gue sakit, lalala, lilili, lilili, ngurus anak," sambungnya.

Meski saat ini memilih cukup dengan satu anak, Patricia mengaku tidak merasa khawatir mengenai kemungkinan tidak memiliki anak lagi. Ia merasa bersyukur sudah dipercaya untuk memiliki seorang anak.