NADIKABAR.COM — Beberapa pabrik asal China berencana direlokasi ke Kawasan Industri Madura di Bangkalan, Jawa Timur. Pabrik yang akan dipindahkan bergerak di sektor padat karya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak buka suara. Ia meminta rencana relokasi pabrik China itu dijalankan sesuai regulasi yang ada.
"Ya, coba saya cek lagi nanti detailnya ke Dinas Penanaman Modal, karena sudah ada sistemnya tentunya bagi segenap OPD di Pemprov untuk memastikan segala minat itu kemudian bisa diproses sesuai aturan yang berlaku," kata Emil di Surabaya, Kamis (20/8/2026).
Emil juga akan berkomunikasi intens dengan Bupati di kawasan Madura, utamanya Bangkalan yang menjadi titik utama relokasi pabrik asal China.
"Dan tentunya juga kita akan cek juga ke Pak Bupati, utamanya Pak Bupati Bangkalan seperti apa perkembangannya," terangnya.
Emil menekankan proses relokasi pabrik China tersebut harus melengkapi segala persyaratan. Selain itu, ia berharap apabila relokasi pabrik nanti sudah selesai bisa memberi dampak berupa pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Madura.
"Tentunya harus memberi dampak yang baik untuk wilayah Madura, warga, utamanya dalam membuka lapangan pekerjaan," tandasnya.
kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan, Jawa Timur, mulai memasuki tahap persiapan untuk menarik investasi manufaktur dari berbagai negara. China menjadi salah satu sumber investasi yang paling besar, dengan rencana pengembangan satu klaster industri di kawasan tersebut.
Pengembangan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-China untuk memperkuat basis industri baru di Madura. Sebelumnya, pemerintah telah mendorong kerja sama pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).