"Setelah dikomunikasikan kembali, rencananya dipindahkan untuk TC di Siprus dan hanya transit 24 jam ke Yordania lalu bertanding melawan Kuwait di Siprus. Namun, pihak lawan kemungkinan enggan bermain di Siprus," ujarnya menambahkan.
Menurut Ridho, opsi lain kemudian muncul, yakni menjadikan Turki sebagai lokasi alternatif pertandingan. Kabar mengenai kemungkinan tersebut juga sempat diberitakan sejumlah media berbahasa Arab.
Namun, hingga jadwal pertandingan semakin dekat, kesepakatan dengan calon lawan tanding tak kunjung tercapai. Pada akhirnya, agenda uji coba tandang Timnas Indonesia dibatalkan.