NADIKABAR.COM — usul tumpukan limbah medis berupa ribuan jarum suntik yang ditemukan di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur (dari arah Bandara Juanda, Sidoarjo) masih menjadi misteri. Selembar kertas bertuliskan RSUD Eka Chandrarini (RSUD EC) berlogo Pemkot Surabaya di lokasi itu sempat memicu dugaan bahwa limbah berbahaya itu berasal dari RS milik Pemkot Surabaya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUD EC, dr. Listyorini Rarasingtyas buka suara. Dia menegaskan bahwa limbah medis itu bukan berasal dari instansinya. Ia memastikan penanganan limbah medis di RSUD EC telah sesuai prosedur dan terorganisasi dengan baik melalui pencatatan elektronik di sistem Festronik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Terkait kertas berlogo RSUD EC yang ditemukan di tempat kejadian, Listyorini menjelaskan bahwa kertas tersebut hanyalah sobekan pembungkus atau kantong obat untuk pasien rawat jalan.
"Kami memang memberikan kantong kertas berlogo RSUD EC untuk tempat obat pasien. Yang terlihat di lokasi itu hanyalah sobekan dari kantong obat tersebut," ujarnya.