Konflik bermula ketika Pak Mahendra divonis mengidap kanker dan memilih pergi diam-diam karena tidak ingin menunjukkan kerapuhannya kepada anak-anak. Kelima anak tersebut kemudian keluar dari rumah untuk mencari sosok ayah yang mereka cintai.

Ruben Adrian menghadirkan atmosfer emosional dalam proses penggarapan film Istimewa. Di dalamnya, ia tak hanya menawarkan sebuah cerita, tetapi juga menjadi refleksi tentang hubungan kasih sayang tim redaksi orang tua dan anak.

"Iya, buat saya film Istimewa itu film yang menjadi refleksi, menjadi cermin buat kita hidup, film yang menjadi cermin ketika kita harus belajar untuk saling mengasihi dan saling memaafkan. Jadi buat saya ini film tentang cinta, tentang cinta seorang ayah dan anak-anaknya dan cinta seorang anak-anak kepada ayahnya," tuturnya.

Sementara itu, Yanni Melwani yang telah lima tahun berkecimpung di lingkungan anak-anak berkebutuhan khusus turut merasakan ikatan emosional selama terlibat dalam film Istimewa. Menurutnya, semua orang akan bisa tersentuh menonton film yang dibintangi Mathias Muchus tersebut.