Kini, Blok M berkembang menjadi salah satu pusat kuliner UMKM, lifestyle, hingga aktivitas berbagai komunitas. MRT Jakarta memproyeksikan jumlah pengunjung harian di kawasan tersebut telah mencapai 25.000 orang, setelah lebih dari 100 hari aktivasi.
Sejalan dengan potensi tersebut dan roadmap pengembangan Transit Oriented Development (TOD), Bimo mengatakan MRT Jakarta berencana membawa Blok M menuju konsep Ultimate Development Blok M.
"Ini bagaimana bertransformasi, tunggu tanggal mainnya, akan menjadi revitalisasi besar. Ini sudah, revitalisasi besar yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya tuh lebih nyaman lagi," ujar Bimo, dalam acara Workshop MRT Fellowship 2026 di JB Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Dalam konsep pengembangan tersebut, MRT Jakarta menerapkan pendekatan 3A 1C, yakni accessibility, amenities, attraction, dan community. Pendekatan ini mencakup penguatan konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas dan ruang publik, aktivasi berbagai kegiatan di kawasan, serta kolaborasi bersama komunitas.
Sedikit memberi bocoran, Bimo mengatakan kawasan ini nantinya akan 'disulap' menjadi kawasan mixed use yang semakin terintegrasi dengan apartemen, hotel, dan area komersial. Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan Blok M sebagai percontohan terminal modern yang lebih mengutamakan pejalan kaki.
Pengembangan kawasan ini juga menjadi bagian dari strategi MRT Jakarta dalam mengoptimalkan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengembangan kawasan berbasis TOD di sekitar simpul transportasi.