Agung optimis nantinya akan ada empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diteken antara delegasi asal kawasan Afrika Tengah dan pengusaha Indonesia pada TEI 2026 di sektor pertanian serta pupuk, baik organik maupun anorganik.

Ia pun berharap jumlah tersebut akan terus bertambah seiring sejumlah forum bisnis dan kegiatan business matching (pencocokan bisnis) yang dijadwalkan akan diikuti oleh delegasi negara-negara Afrika Tengah tersebut hingga 24 Oktober mendatang.

β€œPotensi MoU yang ada sementara ini ada empat yang 80 persen akan di-sign (ditanda tangani). Dan ini nanti masih berlanjut nih dengan yang proses business matching yang diselenggarakan di Tangerang Selatan maupun di yang Business Forum Indonesia,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa potensi kerja sama di sektor pupuk sangat besar karena Kamerun kekurangan suplai komoditas tersebut.

Selain itu, potensi kolaborasi juga tersaji di sektor transportasi, terutama terkait perkeretaapian, suku cadang kendaraan, dan perkapalan.