NADIKABAR.COM — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menekankan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh yang bertujuan memberikan efek jera karena tindakan tersebut dapat mengganggu operasional dan mengancam keselamatan perjalanan kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan dampak pencurian tidak hanya berupa kerugian materiil akibat kabel yang hilang, tetapi juga terganggunya pelayanan kepada penumpang.
“Kami berharap pengungkapan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan maupun terlibat dalam tindakan tersebut,” kata Eva di Bandung, Kamis.
Eva mengatakan dalam pengungkapan kasus pencurian kali ini Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengamankan enam orang yang terdiri atas lima tersangka pencurian dengan pemberatan dan satu tersangka penadah.