KCIC terus memperkuat langkah pencegahan dengan menyiagakan lebih dari 530 personel pengamanan yang tersebar di stasiun dan sepanjang jalur Whoosh. Petugas melakukan patroli selama 24 jam dengan pembagian pengawasan setiap 500 meter, termasuk melakukan pemantauan dan penanganan langsung apabila ditemukan aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur. Upaya tersebut juga diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi bersama TNI, Polri, serta aparat kewilayahan.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga mendatangi langsung titik-titik yang menjadi lokasi bermain layang-layang untuk memberikan edukasi mengenai potensi bahayanya terhadap perjalanan Whoosh. Pendekatan dilakukan secara persuasif kepada masyarakat agar aktivitas tersebut dilakukan di lokasi yang lebih aman dan jauh dari jalur kereta cepat.
Berdasarkan pemetaan KCIC, kejadian layang-layang banyak ditemukan pada koridor Padalarang, Cimahi, Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung, terutama di area yang berdekatan dengan permukiman dan ruang terbuka.
Aktivitas tersebut juga cenderung meningkat pada periode libur sekolah, dengan kejadian paling sering ditemukan pada rentang pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, saat aktivitas bermain masyarakat di ruang terbuka meningkat.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas bermain layang-layang tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga masyarakat usia dewasa.
Karena itu, sosialisasi dan edukasi ditujukan kepada seluruh kelompok masyarakat, termasuk melalui sekolah, permukiman, dan tokoh masyarakat.