Ia mengatakan skema bisnis tersebut dirancang untuk memberikan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya sekaligus membuka peluang usaha produktif berbasis ekonomi hijau di tingkat desa.

Menurut Ferry, selain memberikan nilai tambah ekonomi, pengumpulan minyak jelantah juga bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga yang selama ini kerap dibuang sembarangan.

Agar pilot project ini dapat berjalan optimal, Ferry menyatakan perlunya ekosistem pengumpulan minyak jelantah yang melibatkan rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang, sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diproses oleh PT Pertamina Patra Niaga," katanya.