Ia merinci, PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki jatah alokasi air resmi sebesar 3.000 liter per detik dari Waduk Jatiluhur, namun selama berpuluh-puluh tahun baru terserap sekitar 380 liter per detik atau setara 11 persen dari total jatah.
"Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana," ujar Dedi.
Adapun kunjungan mendadak Dedi ke lokasi pusat data AI tersebut bertujuan memastikan investasi raksasa bernilai triliunan rupiah itu berdiri di atas lahan yang terbebas dari ancaman bencana banjir, gempa bumi, serta erupsi gunung berapi, di samping memastikan kesiapan ketersediaan pasokan listrik dan air.