"Kalau ada seribu orang warga naik ke sini, dalam satu jam apinya juga selesai. Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas," kata Dedi yang memimpin langsung operasi di lapangan.
Ia turut memohon doa dari masyarakat luas agar proses pemadaman berjalan lancar, sembari menegaskan imbauan agar warga memutus kebiasaan membakar ilalang di tengah cuaca terik dan belum meratanya curah hujan.
"Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan masyarakat, agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi. Jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya. Di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata," ujarnya.
Sementara, berdasarkan laporan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Jawa Barat, insiden karhutla yang terdeteksi sejak Rabu (21/10) malam tersebut melanda dua lokasi utama di Kabupaten Kuningan yaitu Desa Pasayangan (Kecamatan Lebakwangi): Kebakaran melanda lahan bambu seluas 2 hektare, dengan area yang hangus terbakar dilaporkan mencapai 1,5 hektare.