NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap pergerakan positif investasi Jawa Barat yang terealisasi Rp91 triliun pada Triwulan III 2026, atau tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia, berdampak pada ketersediaan lapangan kerja.

Meskipun, dia juga mengakui jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) masih cukup tinggi, dan angkatan kerja lebih besar dibandingkan dengan kesempatan kerja yang tersedia.

"Terimakasih pada semua pihak, bahwa investasi di Jawa Barat terus melonjak dan mudah-mudahan investasi ini memiliki dampak bagi ketersediaan lapangan pekerjaan. Memang angka PHK cukup lumayan tapi semuanya tertutupi oleh ketersediaan lapangan kerja ada yang berhenti ada yang masuk dan ingat ketika dia berhenti ada yang masuk lagi kerja," kata Dedi di Bandung, Rabu.

Pemprov Jabar, mengandalkan aplikasi Nyari Gawe untuk membantu masyarakat Jawa Barat mencari pekerjaan dengan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Sistem layanan Nyari Gawe merupakan jalan dari banyak jalan untuk membuka lapangan kerja agar transparan dan memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat," kata Dedi.

Namun, Dedi mengakui aplikasi yang dikembangkan oleh Disnakertrans dan Diskominfo Jabar ini tidak bisa dengan sendirinya menampung seluruh pencari kerja apabila jumlah lowongan yang tersedia masih terbatas.