"Kalau manual, naik ke gunungnya bagaimana? Kemudian di puncaknya memadamkan api pakai apa? Sumber airnya kan tidak ada. Andai kata pun punya alat, berapa orang yang punya kemampuan naik ke puncak gunung?," kata Dedi.
Secara paralel, Pemprov Jabar juga menerjunkan 500 personel gabungan untuk memikul tugas membebaskan sirkulasi kanal alami di lereng gunung dari tumpukan sampah, batangan bambu, dan kayu kering.
Langkah ini dirancang agar sewaktu curah hujan turun, aliran air kanal otomatis berfungsi sebagai sekat bakar alamiah (firebreak) guna membendung perambatan api ke zona vegetasi lainnya.
"Sampah-sampahnya diangkat sehingga nanti kalau ada air turun, kanal itu bisa berfungsi dan membantu mencegah api menyeberang," ucapnya.
Terkait pemicu awal timbulnya kobaran api, Dedi menduga adanya aktivitas pembakaran ilalang secara tidak bertanggung jawab oleh oknum warga untuk pembukaan lahan pertanian jelang datangnya musim tanam.