Pantauan visual petugas, kepulan asap terlihat di Area Pecalukan (Kop Kopan) dan Bukit Limas. Api bergerak ke arah Tretes, sehingga tim gabungan memasang sekat untuk berjaga-jaga bila api mendekati perkampungan warga.

"Dilakukan penyekatan untuk antisipasi jika api mengarah ke perkampungan warga," ucapnya.

Sementara berdasarkan data satelit SiPongi, masih ada 53 titik panas di wilayah Arjuno-Welirang, satu di antaranya berskala tinggi dan 52 lainnya berskala sedang.

Satriyo mengatakan, setidaknya ada 64 personel gabungan bekerja memadamkan api dari darat. UPT Tahura R Soerjo juga memberangkatkan 40 personel lewat Claket, lalu membagi mereka ke dua tim, satu menuju Bukit Lali Jiwo dan satu lagi ke Bukit Torong Bunder Sajen. Namun, medan menjadi hambatan utama bagi mereka.

"Lokasi titik api sering kali berada di ketinggian atau punggungan gunung yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor. Tim gabungan harus berjalan kaki mendaki dan pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual," ujarnya.

Kini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Mojokerto memantau pergerakan api dari Pos Pendakian Bukit Cendono, Mojokerto. BPBD Jatim juga berkoordinasi dengan pihak terkait di setiap wilayah terdampak.