Akses menuju titik api yang terjal dan dipenuhi bebatuan, cuaca panas, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala selama proses pemadaman. Kondisi tersebut diperparah dengan vegetasi yang kering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas gabungan melakukan pemadaman api dan penyekatan dengan cara manual, dan dibantu dengan menggunakan mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, serta kendaraan gardan ganda milik TNGC. BPBD Kuningan juga menyiapkan water tank berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung suplai air dalam proses penanganan.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi sejak Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, kepulan asap di kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa. Berdasarkan video resmi TNGC terlihat api menyala di area lahan yang terdiri atas ranting dan pepohonan. Akibat kebakaran tersebut asap mengepul hingga menutupi area hutan yang dipenuhi pepohonan.