Petugas mengalami kendala ketika berusaha memadamkan api karena sejumlah titik kebakaran tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan. Petugas harus berjalan kaki melewati jurang, punggungan bukit, serta medan terbuka dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam untuk mencapai titik api.

Atas kondisi tersebut, lanjut Abdul, upaya pemantauan dan pemadaman dilakukan siang hingga malam hari dengan tetap memperhitungkan arah angin, perkembangan api, kondisi medan, dan keselamatan seluruh personel.

"Petugas tetap berupaya maksimal meskipun akses menuju lokasi cukup berat. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas karena kondisi angin, medan, dan jarak tempuh sangat menentukan langkah pemadaman di lapangan," tutur Abdul.

Sementara itu, kebakaran yang terjadi di Jalur Pintu Walet Timur Hodo, Grid 67-68, Zona Rimba, membakar sekitar 37,34 hektare lahan, Jumat (11/9/2026). Petugas melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual serta membuat sekat bakar.