"Personel yang terlibat tim redaksi lain BPBD, Polsek Daik Lingga, Yonif TP 849/Beladau Sakti, Koramil, Pos AL, pekerja PT CSA, serta masyarakat Desa Kudung," ujarnya.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan monitoring di titik-titik api dan area bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

Oktanius mengatakan kebakaran tersebut menjadi perhatian karena lokasi lahan yang terbakar berada tidak jauh dari area perkebunan milik masyarakat.

"Jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga diperkirakan sekitar 1 kilometer. Sementara titik kebakaran berjarak sekitar 1,5 kilometer dari bibir jalan," ujarnya m

Akses menuju lokasi juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Petugas harus melalui jalan setapak untuk mencapai titik kebakaran dan membawa peralatan serta air ke lokasi.

"Kita takutkan kalau api sampai ke kebun sagu warga dua desa yang jumlahnya lebih dari 800 hektare," ujarnya.

Menurutnya, kondisi lahan yang sangat kering menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kebakaran meluas. Terlebih, wilayah tersebut disebut sudah sekitar tiga bulan tidak mendapatkan hujan.

"Sudah tiga bulan juga belum hujan," ujarnya.