"Kalau misalnya sampah organik yang ditimbun di situ ya betul, akan menghasilkan gas metan. Tapi yang dikhawatirkan sekarang ketika terjadi kebakaran pada saat kemarau, kebakaran atau pembakaran sengaja menimbulkan Co2 gitu ya, sebenarnya bukan gas metannya. Dan itu bisa menyebabkan ISPA dan lain-lain," terangnya.
Satori mencurigai adanya aktivitas sektor informal yang memanfaatkan dan mengumpulkan sampah di kawasan tersebut.
"Jadi mungkin kalau kalau saran saya itu perlu ada ketegasan di aparat kewilayahan. Ini seperti pembiaran gitu kan ya. Jadi perlu ada ketegasan aparat kewilayahan untuk melakukan penindakan," pungkasnya.