Barang tersebut diperkirakan hanya memiliki berat sekitar 5-6 kilogram, tetapi dikemas dalam satu dus berukuran cukup besar sehingga tidak bisa dimasukkan ke dalam kabin.
"Ketika saya berangkat, saya bawanya cuma satu koper dan koper saya itu beratnya paling sekitar 10 kilo. Nah ketika saya dibawain oleh-oleh yang bobotnya paling cukup lima sampai 6 kilo tapi box-nya besar, itu kan menjadi dua koli," kata Alvin.
Menurutnya, dalam kondisi tersebut total berat barang bawaan sebenarnya masih berada di bawah batas bagasi tertentu. Namun, karena terdapat dua koli, penumpang berpotensi dikenakan biaya tambahan apabila jatah bagasinya hanya mencakup satu koli.
Alvin menilai kondisi seperti itu bisa membuat penumpang mempertimbangkan kembali pilihan maskapai. "Kalau ini terjadi tentunya sebagai penumpang itu akan mempertimbangkan 'saya naik Garuda atau naik yang lain daripada saya kena tambahan biaya bagasi'," ujar Alvin.