"Diberi tahu di usia baru 26 tahun bahwa saya kena serangan jantung adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan. Pengalaman ini menyadarkan saya betapa pentingnya menjaga kesehatan dan berhenti total dari tembakau," aku Ram.

Jangan Anggap Sepele karena Merasa Masih Muda

Dr Punya Pratap menyoroti tren fenomena ini di kalangan Gen Z. Meski dikenal sebagai generasi yang aware dengan gaya hidup sehat, masih banyak anak muda yang acuh dan meremehkan dampak nyata bahaya tembakau.

"Riwayat mengunyah tembakau pada pasien ini sangat memprihatinkan, karena anak muda sering kali meremehkan efek tembakau dan merasa tidak punya masalah kesehatan lainnya. Kasus ini jadi pengingat bahwa usia muda bukanlah tameng pelindung dari serangan jantung," tegas Dr Punya Pratap.

"Seseorang mungkin tahu tembakau itu berbahaya, tapi tetap menggunakannya karena merasa dampak buruknya baru terjadi di usia tua. Sayangnya, kasus ini membuktikan jantung tidak selalu menunggu tua untuk memberi peringatan," sambungnya.