NADIKABAR.COM β Kebun Raya Banua milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat perlindungan ribuan tanaman konservasi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kewaspadaan serta optimalisasi pemeliharaan tanaman selama musim kemarau panjang.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua Rahmat Maidiyanto di Banjarbaru, Rabu, mengatakan kawasan konservasi tersebut pernah terdampak kebakaran yang berasal dari area luar, tepatnya wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan pada Juli 2026 ketika musim kemarau belum mencapai puncak.
βTerakhir terjadi di bulan Juli yang sebenarnya bukan puncaknya kemarau, tetapi ini kiriman dari area yang berbatasan langsung dengan hutan,β ujarnya.
Dia mengatakan kebakaran dari area sekitar kembali menjadi perhatian pengelola, meskipun kejadian tersebut tidak merembet terlalu luas ke kawasan Kebun Raya Banua sehingga dampaknya terhadap kawasan konservasi dapat dibatasi.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, pengelola memperkuat pemeliharaan tanaman untuk mengantisipasi dampak kekeringan melalui perbaikan jaringan penyiraman, optimalisasi penggunaan truk tangki, serta pembokoran tanah agar air lebih efektif meresap hingga ke akar tanaman.
Ia menyebutkan kondisi kekeringan saat ini tergolong ekstrem dan dinilai lebih kering dibandingkan periode 2019β2020, sehingga sejumlah tanaman koleksi mengalami kekeringan berat meskipun pengelola terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air melalui penyiraman.
Untuk menjaga kelestarian koleksi tumbuhan, pengelola meminta seluruh petugas meningkatkan perhatian terhadap tanaman di zona tanggung jawab masing-masing melalui pemantauan dan pemeliharaan yang lebih intensif agar kondisi tanaman dapat diketahui dan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan.
βStrategi ke depan tetap mengoptimalkan penyiraman, kemudian memberikan semangat juga kepada kawan-kawan supaya lebih ekstra lagi memelihara dan memperhatikan tanaman di zona atau tanaman masing-masing, karena yang memperhatikan ini tentunya kalau bukan kita, siapa lagi,β ujar Rahmad.
Kebun Raya Banua merupakan kawasan konservasi tanaman seluas 100 hektare yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan memiliki sertifikasi internasional sebagai anggota Botanical Gardens Conservation International (BGCI), serta meraih penghargaan Kebun Raya Terbaik I se-Indonesia pada Kebun Raya Award 2025.
Kawasan tersebut memiliki lebih dari 3.000 jenis tanaman, termasuk tanaman obat, anggrek, tanaman langka, serta berbagai tumbuhan khas dan endemik seperti ulin, kasturi, meranti, kayu manis, dan beragam jenis kantong semar yang menjadi bagian dari kekayaan koleksi konservasi Kebun Raya Banua.