NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, mencatat transaksi terkait inklusi keuangan sebesar Rp7,2 miliar selama penyelenggaraan Kediri Financial Festival (FinFest) 2026 yang turut serta melibatkan UMKM.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri, Jumat, mengemukakan, kegiatan itu bernilai positif. Termasuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha lokal.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, biaya, dan risikonya, serta mampu memanfaatkannya secara bijak sesuai kebutuhan," kata Ismirani di Kediri.

Ia mengatakan, pemahaman keuangan dan pemanfaatan teknologi juga penting bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar usaha dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan Kediri FinFest 2026 pada 24-25 Oktober 2026 di Kota Kediri mencatatkan transaksi keuangan sebesar Rp7,2 miliar Sementara itu, transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif mencapai Rp295 juta.

Mengusung tema "Transforming Creativity into Digital Economic Value", kegiatan tersebut menghadirkan edukasi keuangan bagi sejumlah kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, mahasiswa, pekerja migran, dan pelaku ekonomi kreatif.

Materi edukasi meliputi pemanfaatan hak atas kekayaan intelektual sebagai potensi agunan pembiayaan, pengelolaan keuangan digital, pengembangan kapasitas ekonomi pekerja migran, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan potensi usaha.

Pihaknya menambahkan OJK juga mendorong masyarakat memahami peluang dan risiko penggunaan layanan keuangan serta teknologi digital agar dapat memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab.

Selain itu, kegiatan Duta Literasi Keuangan melibatkan perwakilan Duta Pariwisata dari delapan kabupaten/kota untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan formal.

Kediri FinFest 2026 turut menghadirkan pameran produk dan layanan lembaga jasa keuangan, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, serta berbagai kompetisi edukatif dan kreatif. Rangkaian acara diawali dengan Kediri Heritage Walking Street yang memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Kota Kediri sekaligus mempromosikan produk ekonomi kreatif lokal.

Selain mendorong inklusi keuangan dan aktivitas usaha lokal, penyelenggara juga memperhatikan aspek lingkungan melalui penghitungan emisi gas rumah kaca yang timbul selama kegiatan. Upaya pengimbangan emisi karbon dilakukan melalui pembelian dan penghentian penggunaan kembali (retirement) kredit karbon.

OJK Kediri menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

"Sekaligus mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," kata dia.