Ia juga mengingatkan bahwa ayahnya merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan gagasan Wawasan Nusantara, yang menjadi landasan penting bagi penegasan kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Lebih lanjut, Dino menyoroti dugaan pola penyebaran informasi palsu melalui sejumlah akun media sosial yang menurutnya berpotensi dilakukan secara terkoordinasi oleh pihak-pihak yang tidak diketahui identitasnya.

Ia menilai praktik tersebut perlu diwaspadai, terutama karena dapat menjadi bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat dan mengaburkan fakta di ruang publik.

Dino mengatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap praktik penyebaran informasi fiktif yang berpotensi mengintimidasi masyarakat, khususnya pihak-pihak yang aktif menyampaikan pandangan di ruang publik.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik serupa dapat menyasar pihak lain apabila tidak ditangani dengan baik.