Ngurah Arya mengatakan tambahan tersebut diharapkan membuat target PAD dalam KUA-PPAS 2027 tetap sejalan dengan plafon yang tercantum dalam RPJMD, yakni sekitar Rp 850 miliar.
Di sisi lain, DPRD Buleleng juga menyoroti potensi efisiensi anggaran pada 2027. Meski demikian, rancangan KUA-PPAS masih memproyeksikan dana transfer sekitar Rp 1,75 triliun dan total APBD sekitar Rp 2,60 triliun.
"Efisiensi bukan segala-galanya harus dikurangi, tetapi lebih menuju kepada mana yang menjadi skala prioritas," kata Ngurah Arya.
Ia menegaskan program yang masuk APBD nantinya harus benar-benar diprioritaskan agar anggaran tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.