"Kemarin pagi yang teror-teror di Rote dan di Kupang sini video call. Video call ini yang pegang HP-nya almarhum," kata Johanes, diwawancarai di Kupang, Jumat (11/9/2026).

Johanes mengaku sangat sedih dan geram atas perbuatan biadab KKB. "Kami merasa sangat kehilangan anak kami Willy," ujarnya.

Hingga saat keluarga merasa trauma atas kejadian yang menimpa Willy. Ia berharap adanya pendampingan dari pihak keamanan. Sebab, masih ada sejumlah anggota keluarga yang bekerja di Papua. Termasuk, kakak Willy.

Johanes berharap kakak Willy itu bisa dipindahkan dari Papua demi keamanan. "Jika perlu difasilitasi untuk dipindahkan. Kita keluarga minta untuk dipindahkan. Karena mereka diancam dan diteror. Karena keluarga yang di sana sangat trauma," katanya.

Willy merupakan anak terakhir dari lima bersaudara yang kini hanya memiliki ayah. Willy merantau ke Papua sejak tiga tahun lalu atau sejak lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Beberapa bulan lalu, dia tes CPNS dan lolos.

Menurut Johanes, seusai dinyatakan lolos menjadi seorang ASN di Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, Willy ditugaskan di Dinas Pertanian.