NADIKABAR.COM — Batang baru saja menggelar putaran keempat Kejurnas Sprint Rally 2026. Ini jadi cara memajukan sport tourism di kawasan Industri tersebut.

Sejak beroperasi pada 2022, KEK Industropolis Batang akhirnya diresmikan sebagai KEK oleh presiden Prabowo Subianto pada 2025. Sebagai KEK, Batang memang dituntut untuk jadi pusat ekonomi baru khususnya di Jawa Tengah.

Tidak cuma lewat industri manufaktur, tapi juga olahraga. Itulah mengapa Kejurnas Sprint Rally 2026 digelar di lintasan KEK Industropolis Batang, 25-27 November.

Ada total 13 kategori perlombaan yang diikuti 111 pembalap dan navigator dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara.

Lintasan sepanjang 5,3 kilometer menjadi arena persaingan para pereli nasional, seperti Ryan Nirwan dari Toyota Gazoo Racing Indonesia, TB Adhi, Emmanuel Amandio, Subhan Aksa, H. Sudirman, dan Rifat Sungkar turut ambil bagian.

Ryan Nirwan bersama navigator Adi Indiarto keluar sebagai juara dan berhak meraih Piala Gubernur Jawa Tengah.

Posisi kedua ditempati M. Fahrezi Fadh/Respati Adhi dari MAB HRVR. Selain memperebutkan gelar Juara Umum, kompetisi berskala nasional ini juga menguji ketangguhan para pereli di berbagai kategori bergengsi lainnya.

Persaingan sengit tersebar secara merata di kelas Group R (R1-R3), Group F (F1-F4), Group J (J1-J2), Group M (M1-M2), hingga Kategori RC (RC2-RC4).

Melengkapi tensi kompetisi, ajang ini turut memberikan penghargaan khusus untuk kategori Supporting Class (Non-Seeded), Best Driver U-23, Best Driver U-55+, Best Driver Wanita, serta penganugerahan Best Team.

Kesuksesan putaran keempat Kejurnas Sprint Rally ini membuktikan bahwa KEK Industropolis Batang sebagai kawasan yang dinamis dan multifungsi.

Lebih dari sekadar magnet investasi, kawasan ini telah membuktikan kapasitas nyatanya dalam mewadahi ajang prestisius berskala nasional. KEK Industropolis Batang akan terus memperluas kolaborasi strategis untuk memajukan ekosistem sport tourism.

"Kami berharap ke depannya pergelaran ini bisa terus berkembang hingga mencapai skala internasional," ujar Ketua IMI Pusat Moreno Soeprapto dalam keterangan kepada media.

Apresiasi di tingkat internasional turut disampaikan oleh representatif Federasi Otomotif Internasional (FIA), Tanya Kutsenko, yang memuji kualitas infrastruktur kawasan.

Selain itu, Tanya juga menyambut antusias tingginya partisipasi pebalap perempuan yang membuktikan inklusivitas industri motorsport dalam ajang ini.

"Fasilitasnya sangat luar biasa dan ini adalah ruang yang sempurna untuk perhelatan motorsport. KEK Industropolis Batang sangat potensial menjadi destinasi bagi para juara internasional," papar Tanya.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menegaskan visi strategis perusahaan memang ingin menjadikan KEK Batang bukan cuma kawasan industri, tapi juga bisa dijadikan arena olahraga.

"Apresiasi luar biasa dari komunitas balap menjadi validasi bahwa fasilitas kami siap menjadi panggung utama olahraga bergengsi. Ekosistem sport tourism ini akan terus kami kembangkan secara paralel dengan sektor industri, sebagai wujud komitmen nyata kami dalam menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi akselerasi ekonomi daerah," papar Marfan.