Pelaksana Tugas (Plt) Camat Elar, Timotius G.R. Madung, merespons tindakan warga yang kecewa dengan bantuan. Menurut Timotius, tindakan warga menginjak-injak bantuan itu terjadi pada Senin (7/9/2026).

"Terkait video itu tempatnya di Posko Nanga Lok pas pembagian bantuan pemerintah daerah melalui desa terus ke RT dibagikan ke warga-warga. Ada masyarakat yang tidak puas terhadap bantuan itu," kata Timotius, Selasa (8/9/2026).

Timotius mengatakan bantuan memang tidak banyak. Namun, dia menegaskan bantuan akan terus disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak gempa.

"Karena bantuan itu diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak bukan berarti bantuan sampai di situ saja, tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain, bertahap," ujar Timotius.

Timotius meminta warga terdampak gempa menerima setiap bantuan pemerintah. Jika menolaknya, warga tidak perlu menginjak-injak bantuan tersebut. Ia menegaskan bantuan itu berasal dari banyak pihak yang disalurkan melalui pemerintah. Sementara itu, masih banyak warga terdampak yang membutuhkan bantuan makanan.

"Saran saya, kita terima saja bantuan itu. Kalau menolak, tidak perlu diperlakukan seperti itu. Bantuan ini kan disumbangkan dari orang-orang melalui pemerintah, susah payah juga, dan masih ada warga yang sangat membutuhkan terkait bantuan itu," tegas Timotius.

Timotius membenarkan warga terdampak di Desa Golo Lijun baru dua kali mendapat bantuan sembako. Menurut dia, ada perlakuan berbeda dalam penyaluran bantuan ke wilayah tersebut karena lokasinya jauh dari ibu kota kecamatan. Penyaluran bantuan ke desa itu juga terkendala koordinasi dengan pemerintah desa setempat karena tidak ada jaringan telepon.