NADIKABAR.COM — Dampak musim kemarau di wilayah Kabupaten Malang kian memprihatinkan. Kekeringan dilaporkan meluas hingga menyebabkan sedikitnya 7.606 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan mulai mengalami krisis air bersih secara signifikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengungkapkan bahwa ribuan warga yang terdampak krisis air bersih itu mencakup 2.224 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di beberapa titik rawan yang terus dipantau intensif oleh petugas.
"Dampak kekeringan saat ini teridentifikasi menyebar di 3 kecamatan, yaitu Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Sumberpucung. Bantuan air bersih langsung kami distribusikan ke titik-titik pemukiman warga hingga fasilitas pelayanan publik," ujar Sadono Irawan saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Wilayah terdampak paling parah tercatat di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, yang dihuni oleh 3.995 jiwa atau 1.257 KK.
Sementara di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), krisis air bersih melanda 3.611 jiwa atau 967 KK di Desa Sumberagung, serta mengganggu operasional layanan di Puskesmas Sitiarjo.
Adapun di Kecamatan Sumberpucung, krisis air mulai dirasakan warga di Desa Karangkates.
Guna meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak, BPBD Kabupaten Malang terus menggelontorkan bantuan suplai air bersih secara masif. Sejak 8 Agustus hingga 19 Agustus 2026, akumulasi bantuan air bersih yang disalurkan telah mencapai 198.600 liter.
Sadono menegaskan bahwa pihaknya siap menjaga kontinuitas pengiriman pasokan air ke wilayah terdampak selama kondisi darurat masih berlangsung.
"Kami terus menyiagakan armada tangki untuk melakukan dropping air secara berkala. Armada kami terjunkan setiap hari agar kebutuhan harian masyarakat maupun layanan kesehatan tetap terpenuhi," pungkas Sadono.